Sunday, February 14, 2010

HARGA DIRI RENDAH

HARGA DIRI RENDAH
1. Pengertian harga diri rendah
Harga diri Rendah ? ? ?
Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi diri yg negatif terhadap diri sendiri atau kemampua diri.
Harga diri rendah yang berkepanjangan termasuk kondisi tidak sehat mental karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lain; terutama kesehatan jiwa
Gangguan harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negatif yang dapat secara langsung atau tidak langsuniekspresikan ( Townsend, 1998 ).
Menurut Schult & Videbeck ( 1998 ), gangguan harga diri rendah adalah penilaian negatif seseorang terhadap diiri dan kemampuan, yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung
Gangguan harga diri rendah digambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri, merasa gagal mencapai keinginan. (Budi Ana Keliat, 1999).
Jadi dapat disimpulkan bahwa perasaan negatif terhadap diri sendiri yang dapat diekspresikan secara langsung dan tak langsung.
Tanda dan gejala :
• Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan tindakan terhadap penyakit (rambut botak karena terapi)
• Rasa bersalah terhadap diri sendiri (mengkritik/menyalahkan diri sendiri)
• Gangguan hubungan sosial (menarik diri)
• Percaya diri kurang (sukar mengambil keputusan)
• Mencederai diri (akibat dari harga diri yang rendah disertai harapan yang suram, mungkin klien akan mengakiri kehidupannya.
( Budi Anna Keliat, 1999)
2. Penyebab dari harga diri rendah
Salah satu penyebab dari harga diri rendah yaitu berduka disfungsional. Berduka disfungsional merupakan pemanjangan atau tidak sukses dalam menggunakan respon intelektual dan emosional oleh individu dalam melalui proses modifikasi konsep diri berdasarkan persepsi kehilangan.
Tanda dan gejala :
o Rasa bersalah
o Adanya penolakan
o Marah, sedih dan menangis
o Perubahan pola makan, tidur, mimpi, konsentrasi dan aktivitas
o Mengungkapkan tidak berdaya
2. Akibat dari harga diri rendah
Harga diri rendah dapat beresiko terjadinya isolasi sosial : menarik diri. Menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang lain (Rawlins,1993).
Tanda dan gejala :
• Apatis, ekspresi sedih, afek tumpul
• Menghindar dari orang lain (menyendiri)
• Komunikasi kurang/tidak ada. Klien tidak tampak bercakap-cakap dengan klien lain/perawat
• Tidak ada kontak mata, klien sering menunduk
• Berdiam diri di kamar/klien kurang mobilitas
• Menolak berhubungan dengan orang lain, klien memutuskan percakapan atau pergi jika diajak bercakap-cakap
• Tidak/ jarang melakukan kegiatan sehari-hari.
(Budi Anna Keliat, 1998)
A PENGKAJIAN
No Masalah Keperawatan Data Subyektif Data Obyektif

1 Gangguan konsep diri : harga diri rendah • Mengungkapkan ingin diakui jati dirinya
• Mengungkapkan tidak ada lagi yang peduli
• Mengungkapkan tidak bisa apa-apa
• Mengungkapkan dirinya tidak berguna
• Mengkritik diri sendiri
• Merusak diri sendiri
• Merusak orang lain
• Menarik diri dari hubungan sosial
• Tampak mudah tersinggung
• Tidak mau makan dan tidak tidur
• Perasaan malu
• Tidak nyaman jika jadi pusat perhatian
3 Berduka disfungsional • Mengungkapkan tidak berdaya dan tidak ingin hidup lagi
• Mengungkapkan sedih karena tidak naik kelas
• Klien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain karena diceraikan suaminya
• Dan lain – lain… • Ekspresi wajah sedih
• Tidak ada kontak mata ketika diajak bicara
• Suara pelan dan tidak jelas
• Tampak menangis

Pemeriksaan TTV :
TD : 99/70 mmhg
BB : 50 Kg
N : 80
B DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan konsep diri : harga diri rendah berhubungan dengan berduka disfungsional.
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Mengkaji data yang terkait masalah HDR
2. Menetapkan diagnosis keperawatan berdasarkan data yang dikaji
3. Melakukan tindakan keperawatan pada pasien
4. Melakukan tindakan keperawatan pada keluarga
5. Mengevaluasi kemampuan pasien dan keluarga
6. Mendokumentasikan asuhan keperawatan yang diberikan

C INTERVENSI KEPERAWATAN
Tujuan untuk Pasien:
Dpt mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yg dimiliki
Dpt menilai kemampuan yg dpt digunakan
Dpt memilih kegiatan sesuai kemampuan
Dpt melatih kegiatan yg dipilih
Dpt merencanakan kegiatan yang sudah dilatih
TINDAKAN KEPERAWATAN
Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki pasien
Membantu pasien dapat menilai kemampuan yg dapat digunakan
Membantu pasien memilih /menetapkan kemampuan/kegiatan yang sesuai kemampuan
Melatih kegiatan pasien yang sudah dipilih
Membantu pasien dapat merencanakan kegiatan sesuai kemampuannya dan menyusun jadwal
Berikan reward/reinforcement terhadap kegiatan yang dilakukan pasien sesuai jadwal kegiatan
SRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
ORIENTASI
“Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Nicke Asviranda Risbi,Mahasiswa Universitas Andalas Fakultas Kedokteran Jurusan Ilmu Keperawatan, Ibu panggil saja saya suster nicke,bagaimana kalau kita berkenalan?Nama Ibu siapa?senangnya dipanggil apa?”Bagaimana perasaan ibu hari ini?Adakah yang Ibu pikirkan?Bagaimana kalau kita bercakap-cakap ttg perasaan/mslh yang Ibu hadapi?Mau berapa lama?bagaimana kalau 30 menit?mau duduk dimana?”bagaimana kl di R.tamu?
KERJA
“ Bagaimana perasaan Ibu setelah mengalami gempa dan tsunami?
Apa harapan Ibu setelah mengalami kejadian tersebut?
Bagaimana Ibu dapat mencapai keinginan/ harapan tersebut dengan adanya tsunami?
Adakah harapan atau keinginan Ibu yang belum tercapai?
Sejauh ini apa yang Ibu rasakan jika harapan atau keinginan tersebut tidak tercapai?”
“Bagaimana pandangan orang lain dalam menilai Ibu?
Menurut Ibu apa kelebihan yang dimiliki? Dan bagaimana dengan kekurangan/kelemahan yang Ibu rasakan?”
TERMINASI
“Baiklah kita sudah bercakap-cakap panjang lebar,bagaimana perasaan ibu setelah kita bercakap-cakap?
Bagaimana kalau minggu depan kita bicarakan ttg kemampuan yang masih Ibu miliki?”Berapa lama?Dimana?
Penjelasan dari Tindakan Keperawatan
1.Mengidentifikasi aspek positif:
- Mendiskusikan aspek positif dan kemampuan pasien yang masih dimiliki.
- Beri pujian yg realistis
Berikut ini beberapa percakapan perawat – pasien dalam mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki pasien
ORIENTASI
“Assalamualaikum, bagaimana keadaan Ibu hari ini ?,Ibu terlihat segar!“.
“Bagaimana kalau hari ini kita bercakap-cakap tentang kemampuan dan kegiatan yang pernah Ibu lakukan?”ini Sesuai janji kita minggu yang lalu ya kan bu?
“Dimana kita duduk?“bagaimana kalau di ruang tamu?
“Berapa lama? ”Bagaimana kalau 30 menit?
KERJA
“Ibu,apa kemampuan ini saja yang dimiliki?Bagus,apa lagi?Saya buat daftarnya ya?
“Apa pula kegiatan rumah tangga yang biasa Bpk/ibu lakukan?Bagaimana dengan merapihkan kamar?Menyapu?Mencuci piring………….dst”
“Wah,bagus sekali ada 5 kemampuan dan kegiatan yang Bpk/ibu miliki.”
TERMINASI
“Bagaimana perasaan Ibu setelah kita bercakap-cakap.Yach, Ibu masih memiliki kemampuan.
“Nah,coba nanti diingat-ingat lagi,kemampuan yang belum kita bicarakan,2 hari lagi saya akan datang lagi untuk membahas kemampuan yang masih bisa ibu lakukan”
“Jam berapa kira-kira kita ketemu?Bagaimana kalau jam 10,sampai jumpa ya”.
2.Membantu menilai kemampuan yg dpt digunakan:
- Diskusi kemampuan pasien yg masih bisa digunakan saat ini
- Bantu pasien menyebutkan dan beri penguatan thdp kemampuan pasien
- Respons kondusif dan menjadi pendengar yang aktif
Membantu pasien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan.
ORIENTASI
“Assalamualaikum, bagaimana keadaan ibu hari ini ?, Saya sangat senang melihat pagi ini bapak/ibu sudah terlihat lebih segar dan rapi.
“Bagaimana,apakah ada lagi kemampuan ibu yang belum kita bicarakan?
“Bagus sekali,jadi sudah ada 7 ya!
“Baiklah kita akan menilai kegiatan yang masih bisa bpk/ibu lakukan.
“Mau duduk dimana?,berapa lama?
KERJA
“Ibu,dari 7 kegiatan/kmpuan ini yang mana yang masih dapat dikerjakan di rumah?
“Coba kita lihat,yang pertama bisakah?,yang kedua………sampai 7
“Bagus sekali ada 4 kegiatan yang masih bisa dikerjakan di rumah.
“Menurut ibu adakah bantuan yang diperlukan?Iya bagus sekali.
TERMINASI :
“Bagaimana perasaan ibu setelah kita bercakap-cakap?jadi ada 4 kegiatan yang dapat ibu lakukan
“Coba ibu pikirkan kegiatan yang akan dipilih untuk dilatih
“Bagaimana kalau 2 hari lagi kita memilih kegiatan yang paling disukai dan melatihnya,mau jam berapa?dimana?
3.Membantu pasien dapat memilih/menetapkan kegiatan yang sesuai dg kemampuan
Tindakan keperawatan :
- Mendiskusikan dengan pasien kegiatan yg dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampan
- Bantu pasien menetapkan kegiatan yg dapat di lakukan (mandiri, bantuan minimal,bantuan penuh dari lingkungan terdekat pasien)
- Berikan contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat dilakukan pasien
- Susun bersama pasien daftar kegiatan sehari-hari pasien
Berikut ini percakapan perawat – pasien dalam membantu pasien menetapkan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan
“Assalamualaikum !, bagaimana perasaan ibu hari ini ?,Wah,nampak segar ya ?”masih ingat apa yang akan kita bicarakan hari ini? Betul sekali,memilih kegiatan yang dapat ibu kerjakan dari 7 kegiatan yang pernah dilakukan,bagaiman kalau kita bercakap-cakap di tempat biasa.Berapa lama?
“Mari kita lihat daftar kegiatan yang sudah kita buat 2 hari yang lalu.”coba ibu pilih mana yang masih bisa dikerjakan di rumah.”yang no.1,merapikan tempat tidur,bagaimana buk? Wah,tentu bisa kan.bagus sekali.Yang nomor 2,main tenis,Wah saat ini belum bisa dilakukan,Baik no.3 mencuci piring,bisa ya?…..dst
“ Bagaimana perasaan bapak/ibu setelah memilih kegiatan yang dapat dikerjakan di rumah? Bagus sekali !,ada 5 kegiatan bisa dilakukan.Coba ibu pikirkan kegiatan mana yang akan dilatih dulu.Dua hari lagi saya datng lagi untuk melatih,mau jam berapa? dimana?
4.Melatih kegiatan pasien yg sudah dipilih:

- Mendiskusikan dan tetapkan urutan kegiatan yg akan dilatih
- Memperagakan kegiatan yg akan dilakukan pasien.
- Beri dukungan dan pujian yang realistik
5.Membantu pasien dapat melakukan kegiatan sesuai kemampuannya dan menyusun rencana kegiatan

- Beri kesempatan pada pasien untuk mencoba kegiatan yang telah dilatih
- Beri pujian atas aktifitas/kegiatan yang dapat dilakukan pasien setiap hari.
- Tingkatkan kegiatan yang sesuai dengan tingkat toleransi dan perubahan setiap aktifitas yang telah dilakukan pasien
- Susun daftar aktifitas yang sudah dilatihkan bersama pasien dan keluarga.
- Berikan kesempatan pasien mengungkapkan perasaanya setelah pelaksanaan kegiatan
- Yakinkan pasien bahwa keluarga mendukung setiap aktifitas yang dilakukannya

Melatih kegiatan yang sudah dipilih pasien sesuai kemampuannya dan menyusun rencana kegiatan :
“Assalamualaikum,bagaimana perasaan ibu hari ini? wah,tampak cerah! Sudah siap untuk latihan melakukan kegiatan yang telah ditetapkan 2 hari yang lalu? mau pilih yang mana dulu,
Baik mari kita merapihkan tempat tidur.Dimana kamarnya?
“Nah,kalau kita mau merapihkan tempat tidur,mari kita pindahkan dulu bantal dan selimutnya.Bagus,Sekarang kita angkat spreinya dan kasurnya kita balik.”nah sekarang kita pasang lagi spreinya,kita mulai dari arah atas,ya bagus!sekarang sebelah kaki,tarik dan masukkan,lalu sebelah pinggir masukkan.Sekarang ambil bantal,rapihkan dan letakkan disebelah atas kepala.Mari kita lipat selimut,nah letakkan sebelah bawah kaki.bagus..!
“Bagaimana perasaan ibu setelah latihan? bagus sekali, ibu dapat mengikuti langkah-langkahnya.Sekarang mari kita masukkan pada jadual harian ibu.Mau berapa kali sehari merapikan tempat tidur.Bagus,2x sehari yaitu pagi jam berapa? lalu sehabis istirahat jam 16.00.Kalau sudah dikerjakan beri tanda ya.”nah 2 hari lagi saya datang lagi,kita latihan kegiatan yang kedua.Mau jam berapa? dimana? Sampai jumpa…

No comments:

Google Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google