Sunday, February 14, 2010

ASKEP DM , NANDA NIC NOC

Kasus

Tn. N, 37 th datang dirawat di rumah sakit dengan keluhan pembengkakan dan luka pada kaki kiri yang bernanah dan tidak sembuh-sembuhsetelah 1 minggu. Klien mengeluh tidak bias bergerak. Klien tidak mengetahui apakah punya riwayat penyakit gula, namun menyatakan pornah mengalami luka yang sama pada bokong dan sembuh dengan berobat ke dokter. Klien mengeluh nyeri dan kesemutan. Rasa nyeri menjalar sampai paha dan terasa semakin sakit jika digerakkan. Klie mengakui bahwa dalam keluarganya ada yang menderita penyakit gula. Klien menyatakan tidak punya riwayat merokok atauypun minum alcohol. Saat ini klien mendapatkan diet 1300 kal. Nafsu makan biasa, makanan rumah sakit habis. Klien menyatakan ingin cepat sembuh, namun tidak tau apakah dokter akan memperbolehkannya pulang. Klien menyatakan tidak punya masalah yang lain selain dengan kakinya yang susah sembuh. Pergerakkan agak terbatas, kekuatan otot maksimum namun pada kaki kiri pergerakkan terbatas.

Lakukan pengkajian lanjut.

Pengkajian Lanjutan
TB : 172 cm, BB : 60 kg
S : 38 C, N : 106x/menit, TD : 150/90 mmHg
Klien mengaku sering BAK pada malam hari dan tidur terganggu karena harus sering BAK.
HAsil Laboratorium tanggal 3 April 2009
Na : 118, K : 4,8, GD : 242 mg/dl
Leukosit : 43.200
LED : 128 mm
Pengobatan :
Paracetamol : 3x500 mg, Captopril : 1x12,5 mg, Ceftriaxon : 1x1 gr
IVFDNaCl 0,9 % 4 jam/kolf
Pemerikasaan Fisik :
Kulit tidak pucat , membrane mukosa kering. Kongjungtiva agak anemis, CRT : < 3 detik
Porsi makan : Habis ½ porsi setiap kali makan, namun klien terlihat mengkomsumsi makanan lain dari luar.
Kekuatan otot : 5, hanya pada kaki kiri agak terganggu pergerakkannya.












ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS

PENGKAJIAN

A. Data Subjektif
• Mengeluh pembengkakan dan luka pada kaki kiri yang bernanah tidak sembuh selama 1 minggu.
• Klien mengeluh tidak bias bergerak.
• Klien tidak mengetahui apakah punya riwayat penyakit gula, namun menyatakan pornah mengalami luka yang sama pada bokong dan sembuh dengan berobat ke dokter.
• Klien mengeluh nyeri dan kesemutan. Rasa nyeri menjalar sampai paha dan terasa semakin sakit jika digerakkan.
• Klien mengakui bahwa dalam keluarganya ada yang menderita penyakit gula.
• Klien menyatakan tidak punya riwayat merokok atauypun minum alcohol.
• Nafsu makan biasa, makanan rumah sakit habis.
• Klien menyatakan ingin cepat sembuh, namun tidak tau apakah dokter akan memperbolehkannya pulang.
• Klien menyatakan tidak punya masalah yang lain selain dengan kakinya yang susah sembuh.
• Klien mengaku sering BAK di malam hari dan susah tidur.

B. Data Objektif
• TB : 172 cm, BB : 60 kg
• S : 38 C, N : 106x/menit, TD : 150/90 mmHg
• HAsil Laboratorium tanggal 3 April 2009
Na : 118, K : 4,8, GD : 242 mg/dl
Leukosit : 43.200
LED : 128 mm
• Pemerikasaan Fisik :
Kulit tidak pucat ,
membrane mukosa kering.
Kongjungtiva agak anemis,
CRT : < 3 detik
Porsi makan : Habis ½ porsi setiap kali makan, namun klien terlihat mengkomsumsi makanan lain dari luar.
Kekuatan otot : 5, hanya pada kaki kiri agak terganggu pergerakkannya.








DIAGNOSA
• Kerusakan integritas kulit b.d luka diabetikum
• Nyeri Kronik, gangguan fisik kronik
• Intoleran aktivitas b.d imobilitas
• Gangguan Pola Tidur
• Kurangnya Cairan b.d kehilangan cairan aktif dan gangguan regulasi
• Kurangnya Pengetahuan
• Resiko Cedera

NANDA
Kerusakan Integritas Kulit
Definisi : Kerusakan Epidermis dan dermis lapisan kulit
Batasan Karakteristik :
• Kerusakan Lapisan Kulit
• Kerusakan permukaan kulit
• Invasi struktur tubuh

Faktor yang berhubungan :
Internal :
- Gangguan Metabolisme & Sirkulasi
- Defisiensi Imun

NOC
Kerusakan integritas kulit
Hasil yang diharapkan :
• Integritas jaringan : Kulit dan membran mukosa
• Penyembuhan Luka : Intensi yang utama dan Itensi Sekunder

Kumpulan Hasil tambahan :
Dialisis : Integritas jalan masuk
Keseimbangan jaringan
Konsekuesni Immobilitas : fisiologi
Perawatan Diri : Higenis
Termoregulasi
Perkusi Jaringan : Periperal
Perlakuan Tingkah laku :Penyakit / Luka

NIC
Intervensi yang disarankan :
• Perawatan Luka Insisi
• Pemeriksaan Kulit
• Pembalutan Luka
• Pngaturan Cairan/ Elektrolit
• Perawatan Kaki
• Pengaturan Pengobatan
• Perawatan Luka : Drainase
• Perawatan Immobilisasi

Intervensi Tambahan :
• Kontrol Infeksi
• Manajemen Nutrisi
• Terapi Latihan : Kontrol Otot
• Administrasi TPN
• Pemeriksaan TTV

No comments:

Google Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google